Rabu, 29 Januari 2020

Profile Desa Susukan


SEJARAH DESA SUSUKAN

Pemberian sebuah nama tarhadap suatu Desa tak dapat dilepaskan dari asal usul desa tersebut berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipercaya, baik berupa tulisan, , babad, lontar, benda-benda peninggalan sejarah, serta terhadap penamaan-penamaan  dari suatu tempat dan lain-lain.Berkenaan dengan hal tersebut diatas,Sebelum kami mengutarakan asal – usul Desa Susukan terlebih dahulu kami mohon maaf kepada semua pihak, apabila dalam uraian kami terdapat kesalahan atau kekeliruan, yang disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dalam sejarah, maupun keterbatasan sumber-sumber buku yang dipakai pedoman dan keterbatasan nara sumber yang mengetahui sejarah Desa.Disamping itu kami tidak lupa menghaturkan banyak – banyak terima kasih kepada para pihak yang telah memberian keterangan – keterangan dan bukti – bukti peninggalan sejarah terkait keberadaan Desa Susukan.Sesungguhnya sampai saat ini sejarah / asal – usul berdirinya Desa Susukan belum diketahui secara pasti, sebab sampai saat ini belum pernah ditemukan babad maupun tulisan – tulisan yang memuat sejarah Desa Susukan.Usaha-usaha untuk menelusuri dan mencari babad kita dan sejenisnya yang berisi sejarah Desa Susukan terus dilakukan namun belum juga membuahkan hasil yang maksimal. Namun dengan segala keterbatasan kami, berdasarkan tulisan-tulisan yang ada yang menceritakan tentang asal-usul Desa Susukan dan juga berdasarkan keterangan/cerita para tetua/tokoh masyarakat Desa Susukan akhirnya kami dapat merangkum cerita asal-usul Desa Susukan yang sudah tentu jauh dari kesempurnaan.

Susukan berarti sungai-sungai kecil (selokan). Sejarah nama Desa Susukan Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor berawal dari kata Susukan (aliran air) irigasi Kali Laya yang membelah desa dan mengairi ladang persawahan yang ada di Desa Susukan. Hulu Kali Laya sendiri berada di Setu Kandang Babi yang terletak di Desa Kedung Waringin, Kecamatan Bojonggede. “Jika kita menyebut Susukan menurut orang Sunda berarti selokan. Nama Susukan sendiri diambil dari aliran irigasi yang membelah desa untuk mengaliri sawah.
Desa ini memiliki 5 dusun, di antaranya:
  1. Dusun Susukan
  2. Dusun Parakan Jati
  3. Dusun Duren Baru Poncol
  4. Dusun Duren Baru
  5. Dusun Warung Jambu
Desa ini terbagi atas 9 rukun warga dan 48 rukun tetangga, sejak tahun 1960 desa susukan sudah memiliki kepala desa sebagai berikut
1.      Tahun 1960 s/d 1965                          : Kepala Desa Bapak Liyas Bloyak
2.      Tahun 1965 s/d 1984                          : Kepala Desa Bapak H.M. Asman
3.      Tahun 1984 s/d 2001                          : Kepala Desa Bapak H. Mat Soleh
4.      Tahun 2001 s/d 2007                          : Kepala Desa Bapak Yana Suryana
5.      Tahun 2007 s/d 2013                          : Kepala Desa Bapak Yana Suryana
6.      Tahun 2013 s/d 2019                          : Kepala Desa Bapak Irfan Syahrizal
7.      Tahun 2019 s/d sekarang                   : Kepala Desa Bapak Irfan Syahrizal


pada tahun terbentuknya desa Susukan bale Desa (Kantor Desa) berada di KP. Duren Baru saat Kepemimpinan Bapak Liyas Bloyak, namun Sejak Terpilihnya Bapak HM Asman tahun 1965 Bale Desa (Kantor Desa) pindah ke Kp. Susukan, hingga tahun 2018, namun ketika Bapak Moh Irfan Syahrizal menjadi Kepala Desa Susukan, Berdirilah kantor Desa Yg baru hasil Hibah dari keluarga Besar bapak H. Mat Soleh yang beralamat di Jl. Burak Kaman tepatnya di Kp. Duren Baru Poncol RW 05, 

GAMBARAN UMUM DESA SUSUKAN
A.    VISI.

Merupakan suatu ungkapan dari suatu niat yang luhur untuk memperbaiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan di Desa Susukan  secara  kelembagaan sehingga lima tahun ke depan Desa Susukan mengalami suatu perubahan yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dilihat dari segi ekonomi budaya dan agama dengan dilandasi semangat kebersamaan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan. (tahun 2020-2025), disusun visi sebagai berikut :

Terwujudnya Masyarakat Desa Susukan sebagai Desa yang agamis, mandiri untuk mencapai masyarakat yang sehat, cerdas dan lebih sejahtera serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati

Dengan penjelasan sebagai berikut :
  1. Masyarakat Desa Susukan mayoritas beragama Islam dan terdiri dari beberapa agama yang lain. Hal ini mencerminkan desa yang agamis memiliki keimanan yang kuat sebagai pondasi dalam menciptakan kehidupan yang rukun antar umat beragama, serta merupakan modal utama bagi pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa.
  2. Desa yang mandiri berbasis pertanian mengandung pengertian bahwa masyarakat Desa Susukan mampu mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan masyarakat desa lain yang lebih maju dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri yang berbasis pada keunggulan lokal di bidang pertanian secara luas.
  3. Adapun yang dimaksud masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang memiliki ketangguhan jiwa dan raga yang sehat dan kuat.
  4. Sedangkan yang dimaksud dengan masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta mampu memanfaatkannya secara cepat dan tepat, guna mengatasi setiap permasalahan pembangunan pada khususnya dan permasalahan kehidupan pada umumnya.
  5. Yang dimaksud masyarakat yang lebih sejahtera adalah bahwa diupayakan agar tercapai ketercukupan kebutuhan masyarakat secara lahir dan batin (sandang, pangan, papan, agama, pendidikan, kesehatan, rasa aman dan tentram).
B.     MISI

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut 
  1. Memujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mewujudkan dan mendorong terjadinya usaha-usaha kerukunan antar dan intern warga masyarakat yang disebabkan karena adanya perbedaan agama, keyakinan, organisasi dan lainnya dalam suasana saling menghargai dan menghormati.
  3. Membangun dan meningkatkan hasil pertanian dengan jalan penataan pengairan, perbaikan jalan sawah / jalan usaha tani, pemupukan, dan pola tanam yang baik.
  4. Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.
  5. Penataan saluran irigasi secara rutin untuk mencukupi kebutuhan pertanian.
  6. Menumbuhkembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
  7. Menghidupkan kembali kegiatan – kegiatan kepemudaan dan organisasi kepemudaan dengan menumbuhkan kembali Karang Taruna baik rayon maupun sub rayon.
  8. Meningkatkan pembangunan infrastruktur yang mendukung perekonomian desa, seperti jalan, jembatan serta infrastruktur strategis lainnya.
  9. Meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan untuk mendorong derajat kesehatan masyarakat agar dapat bekerja lebih optimal dan memiliki harapan hidup yang lebih panjang.
  10. Meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar memiliki kecerdasan dan daya saing yang lebih baik.
  11. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) berdasarkan demokratisasi, transparansi, penegakan hukum, berkeadilan, kesetaraan gender dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
  12. Mengupayakan pelestarian sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan pembangunan guna meningkatkan perekonomian.
    Peta Desa Susukan

  13. LETAK DAN KEADAAN GEOGRAFIS
    Desa susukan sebagai salah satu desa di Kecamatan Bojonggede, dengan data sebagai berikut 









    No
    Batas
    Desa/kel
    Kecamatan
    1
    Sebelah Utara
    Pabuaran / Ragajaya

    Bojonggede
    2
    Sebelah Selatan
    Bojonggede

    Bojonggede
    3
    Sebelah Timur
    Bojongbaru
    Cibinong
    4
    Sebelah Barat
    Nanggerang dan Sukmajaya

    Tajur Halang





     PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN
    A. Jumlah Penduduk
    penduduk
    Jenis Kelamin
    Laki-laki
    Perempuan
    Jumlah penduduk tahun ini
    9,909

    Orang
    9,372
    Orang
    Jumlah penduduk tahun lalu
    9,648

    Orang
    8,910
    Orang
    Persentase perkembangan
    2.71 %
    5.19 %











    B. Jumlah Keluarga
    Jumlah
    KK Laki-laki
    KK Perempuan
    Jumlah Total
    Jumlah Kepala Keluarga tahun ini
    6,540
    KK
    422

    KK
    6,962
    KK
    Jumlah Kepala Keluarga tahun lalu
    4,599
    KK
    133

    KK
    4,732
    KK
    Prosentase Perkembangan

    217.29 %












    II. EKONOMI MASYARAKAT
    A. Pengangguran
    1. Jumlah angkatan kerja (penduduk usia 18-56 tahun)
    4,231
    Orang
    2. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang masih sekolah dan tidak bekerja
    458
    Orang
    3. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang menjadi ibu rumah tangga
    1,789
    Orang
    4. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang bekerja penuh
    295
    Orang
    5. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang bekerja tidak tentu
    673
    Orang
    6. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang cacat dan tidak bekerja
    167
    Orang
    7. Jumlah penduduk usia 18-56 tahun yang cacat dan bekerja
    364
    Orang
    Jumlah
    7,977
    Orang











    B. Kesejahteraan Keluarga
    1. Jumlah keluarga prasejahtera
    638
    Keluarga
    2. Jumlah keluarga sejahtera 1
    42
    Keluarga
    3. Jumlah keluarga sejahtera 2
    35
    Keluarga
    4. Jumlah keluarga sejahtera 3
    33
    Keluarga
    5. Jumlah keluarga sejahtera 3 plus
    12
    Keluarga
    6. Total jumlah kepala keluarga
    760
    Keluarga
    Jumlah
    1,520
    Keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penangan Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit...